Setelah membahas jenis-jenis asuransi (Baca: Jenis-jenis Asuransi yang ada di Indonesia), kita akan membahas tentang asuransi non tradisional, yaitu Unit Link. Kita akan bahas juga tentang perbedaan antara Unit Link dengan Asuransi Murni.

Unit Link

Menurut ketua umum IFPC (Independent Financial Planner Club) Aidil Akbar Madjid, Asuransi Unit Link adalah jenis asuransi yang mengkombinasikan asuransi permanen (whole life) dengan produk investasi. Atau dengan kata lain asuransi unit link adalah paket asuransi yang berisi proteksi dan investasi. Cara kerjanya adalah uang premi yang kita bayarkan sebagian dialokasikan untuk proteksi dan sebagiannya lagi untuk investasi dalam bentuk reksa dana. Pemegang polis akan diminta memilih di mana akan ditempatkannya investasinya, apakah di unit link pasar uang, unit link pendapatan tetap, unit link pendapatan campuran, atau unit link dana saham.

Note: polis adalah surat kontrak atau perjanjian yang dikeluarkan oleh pihak asuransi kepada tertanggung yang menjadi dasar untuk membayar ganti rugi kepada tertanggung dari kerugian yang dialaminya. Polis ini berisi segala ketentuan yang menjamin apa saja kerugian yang ditanggung pihak asuransi hingga data tertanggung secara jelas.

Kelebihan dari unit link ini adalah kita bisa beransuransi sekaligus berinvestasi. Selain itu, kita dapat investasi secara berkala baik bulanan atau tahunan karena pembayaran investasi ditagihkan bersamaan dengan pembayaran premi. Dengan kelebihannya tersebut, bukan berarti unit link ini tidak memiliki risiko. Salah satu risikonya adalah penurunan nilai investasi.

Tips memilih produk Unit Link menurut Devi dari Manulife Financial:

  1. Pilih jenis unit link yang sesuai dengan profil pribadi kita,
  2. Pilih produk unit link dari perusahaan asuransi yang sehat, besar, dan terpercaya. Pelajari track record perusahaan, dalam membayar klaim nasabah apakah mudah atau sulit,
  3. Pelajari produk unit link yang dibuat oleh Agen. Patikan juga Agen memiliki lisensi atau sertifikat sebagai agen penjual unit link yang dikeluarkan oleh Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI),
  4. Cermati komponen biaya yang diberlakukan perusahaan asuransi penerbit unit link.

Jenis-jenis Unit Link menurut Mohammad B. Teguh (perencana keuangan dari Quantum Magna Financial), yaitu:

  1. Cash Fund Unit Link (Unit Link Pasar Uang)
    Pada umumnya, perusahaan asuransi penerbit unit link jenis ini menempatkan portofolio investasi nasabahnya 100% pada instrumen pasar uang, seperti deposito berjangka, SBI, dan surat utang jangka pendek atau obligasi. Jika kita tergolong investor yang konservatif dan tidak berani mengambil risiko besar, produk unit link jenis ini bisa jadi pilihan, sebab selain berjangka waktu pendek, risikonya paling rendah. Biasanya jangka waktunya kurang dari 12 bulan.
  2. Fixed Income Unit Link (Unit Link Pendapatan Tetap)
    Lazimnya, komposisi dana investasi nasabah akan difokuskan minimal 80% di instrumen obligasi. Jika kita yang ingin mendapatkan keuntungan pada tingkat bunga optimal namun tetap mengutamakan pendapatan yang stabil dan konsisten, bisa mempertimbangkan untuk mengambil unit link tipe ini. Unit Link ini merupakan rencana keuangan jangka pendek, kurang dari 12 bulan atau menengah 1-3 tahun.
  3. Managed Unit Link (Unit Link Pendapatan Campuran)
    yang biasanya menempatkan portfolio pada saham dan obligasi dengan komposisi tertentu. Banyak orang yang berpendapat, jenis unit link ini sesuai bagi para nasabah yang ingin memperoleh pendapatan memadai sekaligus peluang pertumbuhan investasi jangka panjang. Jangka waktunya adalah 1-3 tahun.
  4. Equity Unit Link (Unit Link Dana Saham)
    yang menempatkan dana nasabah pada saham minimal 80%. Jika kita ingin mendapatkan keuntungan berinvestasi secara maksimal bisa mempertimbangkan unit link ini. Syaratnya, kita harus berani mengambil risiko tinggi. Sebab, nilai investasi yang kita benamkan di unit link jenis ini sangat bergantung pada pergerakan indeks saham. Untuk jenis Unit Link ini, cocok untuk Anda yang memiliki rencana keuangan jangka panjang, yaitu lebih dari 5 tahu.

Kesimpulannya adalah investasi unit link ini memiliki kesamaan dengan investasi reksa dana. Sebagian perusahaan asuransi di Indonesia, bekerja sama dengan perusahaan manajemen investasi untuk membantu mengelola dana.

Perbedaan Asuransi Unit Link dengan Asuransi Murni

Berikut adalah kekurangan dan kelebihan asuransi murni dan asuransi unit link.

Jenis Asuransi Kelebihan Kekurangan
Asuransi Murni - Premi lebih murah - Dana hilang tidak ada klaim
- Terikat dalam jangka waktu minimal 1 tahun - Uang premi tetap, tidak bertambah jumlahnya
Asuransi Unit Link - Dana bisa dicairkan - Premi lebih mahal
- Jika tidak ada klaim, keuntungannya tinggi dari hasil investasi - Ada kemungkinan investasi gagal, dan uang akan berkurang atau hilang
  - Menunggu waktu lama untuk dapat mencairkan keuntungan


Berikut adalah manfaat asuransi murni dan asuransi unit link.

No Manfaat
Asuransi Murni Asuransi Unit Link
1 Anda akan merasa aman terhadap risiko kesehatan, sebab dengan membayar premi bulanan maka diri Anda akan langsung terproteksi dari hampir segala penyakit dan kecelakaan. Uang tersebut murni untuk meng-cover biaya kesehatan Anda nanti. Membayar satu premi sudah mendapatkan fungsi investasi dan proteksi sekaligus. Anda tidak perlu mengurus investasi sendiri karena perusahaan asuransi akan mengatur semuanya.
2 Memberikan perlindungan terhadap kerugian finansial yang disebabkan oleh risiko ketidakpastian untuk perencanaan hari tua yang bahagia. Unit link menawarkan berbagai asuransi tambahan, seperti asuransi kesehatan, penyakit kritis, cacar, dan lain-lain. Dengan begitu, Anda sebagai nasabah tidak perlu repot mencari sendiri asuransi tambahan.
3 - Anda tidak perlu repot mengolah, mencari, serta mengelola investasi. Berbagai pilihan instrumen investasi sudah disediakan oleh asuransi unit link. Anda tinggal pilih yang sesuai dengan profil risiko. Laporan monitoring perkembangan investasi setiap bulan akan dikirimkan kepada pemegang polis.

 

Kesimpulannya adalah asuransi murni dan asuransi unit link keduanya memiliki manfaat untuk memberikan perlindungan kesehatan. Namun masing-masing memiliki risiko yang berbeda. Pilihlah asuransi sesuai dengan kebutuhan Anda. 

Referensi:
- sikapiuangmu.ojk.go.id
- aturduit.com

Baca: Perbedaan Asuransi Kesehatan dan Asuransi Jiwa, Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional